ILMU SOSIAL DASAR
INDIVIDU , KELUARGA
DAN MASYARAKAT

NPM : 56419909
Kelas : 1IA06
Dosen : Supiani
INDIVIDU,
KELUARGA DAN MASYARAKAT
- PERTUMBUHAN INDIVIDU
A. PENGERTIAN
INDIVIDU
“Individu” berasal
dari kata latin, “individuum” artinya “yang tidak terbagi”.
Jadi Individu merupakan suatu sebutan yang dipakai untuk menyatakan kesatuan
yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial, Individu menekankan
penyelidikan pada kenyataan-kenyataan hidup istimewa yang tak seberapa
mempengaruhi kehidupan manusia.
Individu bukan berarti
manusia sebagai suatu kesatuan melainkan manusia sebagai makhluk hidup yang
dihitung dalam “perseorangan”. Oleh karena itulah, sifat satu individu dengan
yang lainnya berbeda meskipun mereka tinggal dalam satu lingkungan yang sama.
Sejenis tetapi tidaklah sama, pola pikir dan sifat memiliki cirinya
tersendiri. Karena diferensiasi itulah, Individu memiliki keuntungan
dalam mengetahui sejumlah wawasan seperti bahasa, agama, adat istiadat, hukum,
ilmu pengetahuan dan sebagainya. Berdasarkah hal tersebut maka diperolehlah
kesimpulan bahwa Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki
peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga memiliki pola dan
tingkah laku spesifik dan lainnya.
B. PENGERTIAN
PERTUMBUHAN
Secara generalisasi,
pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran, volume dan massa yang
bersifat irreversible (tidak dapat dibalik) karena adanya
pembesaran sel dan pertambahan jumblah sel akibat adanya proses pembelahan sel.
Pertumbuhan dapat dinyatakan secara kuantitatif karena pertumbuhan dapat
diketahui dengan cara melihat perubahan yang terjadi pada makhluk hidup yang
bersangkutan.
Perubahan dalam proses
pertumbuhan biasanya disebut dengan istilah protes.
Menurut pengertian
ahli aliran asosiasi, Pertumbuhan adalah suatu proses asosiasi yaitu terjadinya
perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari pengalaman
empiris luar maupun panca indera yang menimbulkan sensations atau
pengalaman melalui keadaan mentar sendiri yang menimbulkan reflection. Sedangkan
menurut pendapat ahli psikologis Gestalt, Pertumbuhan adalah suatu proses
differensiasi yaitu terjadinya pertumbuhan pada seseorang secara perlahan
dengan mengenal sesuatu secara keseluruhan barulah kemudian mengenal
bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
Diliain pihak menurut
konsepsi sosialisasi, Pertumbuhan merupakan salah satu proses dari sosialisasi
dimana individu secara perlahan tumbuh dengan berinteraksi sosial bersama
individu lainnya baik di dalam maupun luar lingkungannya.
C. FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
Pada garis besarnya,
perumbuhan itu terbagi menjadi tiga aliran yaitu;
- Pendirian Nativistik, Menurut pendapat ahli mengenai aliran ini,
Pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor yang dibawa
sejak lahir. Mereka berpendapat bahwa jika orang tua seorang anak memiliki
bakat tertentu, misalnya penyanyi atau pelukis, maka bakat yang dimiliki
orang tua itu bisa saja menurun dan diwariskan pada anaknya. Sehingga anak
tersebut memiliki suatu kemiripan dengan figure orang tua
kandungnya. Namun sampai saat ini masih diragukan apakah kesamaan yang
dimiliki anak dan orang tuanya ini berasal dari pembawaan sejak lahir
ataukah karena ditopang berbagai fasilitas yang menuntunnya melalui jalan
yang sama seperti orang tuanya.
- Pendirian Empiristik dan
Enviromentalistik,Teori
ini adalah kebalikan dari Nativistik. Para ahli berpendapat bahwa
pertumbuhan individu itu berasal dari lingkungannya bukan pada dasar yang
terpendam di dalam diri sejatinya.Jadi, pada dasarnya, pendirian ini
menolak pada dasar yang ada di dalam diri Individu dan lebih menekankan
pada lingkungan dimana Individu itu berada. Pendirian macam ini biasa
disebut Enviromentalistik. Menurut paham ini, di dalam pertumbuhan
Individu baik dasar maupun lingkungan sama-sama memegang pemeranan yang
sangat penting dimana bakat dan dasar yang dimiliki individu itu haruslah
dapat diserasikan dengan lingkungannya. Misalnya, seorang anak yang tumbuh
di lingkungan masyarakat normal suatu saat juga akan menjadi bagian dari
masyarakat tersebut ketika dewasa nanti sedangkan seorang anak yang hidup
terlantar di dalam hutan dan diasuh oleh komplotan serigala kelak ketika
dewasa nanti akan bertingkah laku layaknya serigala, ia meniru apa yang
diberikan lingkungan kepadanya.
- Pendirian Konvergensi dan
Interaksionisme, Konsepsi
konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang
menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan
pertumbuhan individu. Nampak lain dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan
oleh dasar (bakat) dan lingkungan.
D. Tahapan
Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi
- ·
Masa Vital (0 –
2), yaitu masa seorang Individu untuk
mempelajari berbagai hal yang ada di dunianya karena pada masa itu ia baru
dilahirkan ke dunia.
- ·
Masa Estetik (2
– 7), yaitu masa seorang Individu mempelajari
panca indera yang dimilikinya.
- ·
Masa
Intelektual (7 – 14), yaitu
masa seorang Individu dalam mempelajari suatu hal yang dianggap baik atau buruk
dimana hal tersebut akan mempengaruhi pembentukan karakter yang ia miliki di
masa depan yang akan datang.
- ·
Masa Sosial (14
– 21), yaitu masa dimana seorang Individu
sudah dapat menguji dirinya sendiri lebih lanjut dalam kehidupan serta
menghasilkan suatu keterampilan dan kemampuan untuk membuat pendirian hidup.
- FUNGSI – FUNGSI KELUARGA
A. PENGERTIAN KELUARGA
Keluarga berasal bahasa Sanskerta: “kulawarga”; “ras” dan “warga” yang
berarti anggota. Berdasarkan penjelasan di atas, Keluarga adalah lingkungan
yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.
Generalisasi lain juga menerangkan bahwa keluarga adalah unit terkecil
dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang
terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling
ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998),
di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung
karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya
dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya
masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan
Keluarga juga merupakan kelompok pertama yang dikenal oleh Individu dan
memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan maupun perkembangan
Individu tersebut baik sebelum maupun sesudah dirinya terjun secara langsung
dan menjadi bagian dari Masyarakat dalam lingkungannya.
B. MACAM – MACAM FUNGSI KELUARGA
Fungsi Keluarga adalah suatu pekerjaan atau tugas yang harus
dilaksanakan oleh anggota yang menjadi bagian di dalamnya itu. Adapun bermacam
– macam fungsi yang dimiliki oleh Keluarga adalah sebagai berikut;
- Fungsi Biologis, yaitu fungsi Keluarga dalam melakukan
tugas utamanya untuk meneruskan keturunannya.
- Fungsi Pemeliharaan, yaitu fungsi Keluarga untuk melindungi
setiap bagian anggota keluarganya dari gangguan – gangguan dengan cara
menyediakan rumah sebagai tempat bernaung, memberikan layanan kesehatan
ketika salah satu anggotanya sakit dan memberikan keamanan dari segala
bahaya yang mengancam.
- Fungsi Ekonomi, yaitu fungsi Keluarga sebagai pemenuh
kebutuhan setiap anggotanya. Misalnya seperti seorang kepala keluarga yang
mencari nafka untuk mencukupi kebutuhan keluarganya setiap hari.
- Fungsi Keagamaan, yaitu fungsi Keluarga sebagai media untuk
mengenalkan/menanamkan nilai-nilai atau unsur keagamaan kepada anggotanya.
Misalnya dengan menanamkan keyakinan umat manusia akan adanya Tuhan serta
jalan hidup di dunia ini maupun di akhirat kelak.
- Fungsi Sosial, yaitu fungsi Keluarga sebagai pemersiap
masa depan anaknya jika kelak suatu saat nanti terjun ke dalam dunia
masyarakat dan lingkungannya.
Sedangkan dalam Buku Sosial Dasar karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara,
beliau berpendapat bahwa fungsi – fungsi dari sebuah Keluarga meliputi hal –
hal seperti berikut;
- Pembentukan Kepribadian, yaitu fungsi keluarga sebagai peletak
dasar kepribadian anak – anaknya dengan tujuan untuk memproduksi atau
melestarikan kepribadian mereka pada anak dan cucunya.
- Alat Reproduksi, Erat kaitannya dengan fungsi
pertama, Keluarga dalam hal ini berfungsi sebagai alat reproduksi
kepribadian – kepribadian yang pada dasarnya berakar dari etika, estetika,
moral dan kebudayaan yang berkolerasi fungsional dengan sebuah struktur
dalam masyarakat tertentu.
- Eksponen Dalam Kebudayaan, adalah peran penting Keluarga sebagai
transmisi kebudayaan kepada keturunannya.
- Lembaga Ekonomi, Dalam lembaga masyarakat biasanya
tertdapat sistem kekeluargaan yang sangat luas. Sistem kekeluargaan yang
saling terjalin inilah yang dapat mempengaruhi dan menguasai bidang
perekonomian masing-masing keluarga tersebut yang menjadi anggota di
dalamnya.
- Pusat Pengasuhan dan Pendidikan, Fungsi Keluarga sebagai lembaga pendidikan
kepada anaknya dimana mereka memberikan wawasan terhadap keturunannya
tersebut dengan caranya tersendiri. Misalnya seorang anak lelaki akan
mendapatkan pelatihan dari Ayahnya sebelum ia bisa terjun dan menjadi anggota
masyarakat begitu pula sebaliknya dimana anak perempuan mendapat
pengajaran dari Ibunya.
- MASYARAKAT
A. DEFINISI MASYARAKAT DAN PENDAPAT PARA AHLI
Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan
yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.
Sedangkan menurut para ahli, masyarakat adalah;
- Selo Sumarjan (1974), masyarakatadalah orang-orang yang hidup
bersama yang menghasilkan kebudayaan.
- Koentjaraningrat (1994), masyarakatadalah kesatuan hidup manusia
yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang
bersifat terus menerus dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.
- Ralph Linton (1968), masyarakatadalah setiap kelompok manusia
yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu
membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai
satu kesatuan sosial.
- Karl Marx,masyarakat adalah suatu struktur
yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya
pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi
- Paul B. Horton & C. Hunt,masyarakat merupakan kumpulan manusia
yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama,
tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta
melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia
tersebut
B. PENGGOLONGAN MASYARAKAT
Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, Masyarakat dibedakan menjadi dua
golongan yaitu Masyarakat sederhana dan Masyarakat maju (modern).
- Masyarakat Sederhana, Kelompok masyarakat yang hidup dalam
lingkungan sederhana dan cenderung pembagian pekerjaannya dibedakan
menurut jenis kelamin anggotanya.
- Masyarakat Maju, Kelompok yang memiliki banyak
organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan
serta tujuan tertentu yang hendak dicapainya. Dalam lingkungannya,
Masyarakat maju dapat dibedakan menjadi dua yaitu Masyarakat Non-Industri
dan Masyarakat Industri sebagai berikut;
- Masyarakat Non-Industri, Secara garis besar, kelompoknasional atau
organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua
golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder
(secondary group)
- Kelompok Primer, Dalam kelompok primer, interaksi antar
anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer
ini disebut juga kelompok ”face to face group”, sebab para anggota
kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih
dekat, lebih akrab.Sifat interaksidalam kelompok-kelompok primer
bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau
pembagian tugas pada kelompok, yaitu menerima serta menjalankan tugas idak
secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawab para
anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela.
- Kelompok Sekunder, Antara anggota kelompok sekunder, terpaut
saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan.Oleh karena
itu, sifat interaksi, pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas
dasar pertimbangan-pertimbangan rasional. Obyektif. Para anggota menerima
pembagian kerja/tugas atas dasar kemampuan : keahlian tertentu, disamping
dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target
dan tujuan tertentu yang telah dif lot dalam program-program yang telah
disepakati.
- Masyarakat Industri, Jika pembagian kerja bertambah kompleks,
suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas
didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok
masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi
ciri dari bagian atau kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi
sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki
seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
- HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN
MASYARAKAT.
Manusia sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat dipisahkan
antara jiwa dan raganya dalam prosesnya untuk bisa berkembang ia memerlukan
keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohani. Sebagai makhluk yang
sosial, seorang individu tidak dapat berdiri sendiri dan saling membutuhkan
antara dirinya sendiri dengan individu lainnya untuk mengadakan hubungan
sosialisasi di tengah – tengah masyarakat.
Keluarga yang memiliki berbagai fungsi yang dijalankannya merupakan
perwujudan dari suatu wahana/wadah dimana seorang Individu mengalami proses
bersosialisai untuk yang pertama kalinya juga memiliki peranan yang begitu
penting bagi Individu tersebut karena dari keluargalah seorang Individu itu
ditempa karakternya untuk bisa menjadi bagian dari masyarakat luas ketika
dewasa nanti.
Sebagai bagian yang tak dapat dipisahkan dari masyarakat, Keluarga juga
memiliki kolerasi fungsional dengan masyarakat tertentu. Itulah sebabnya
mengapa proses pengembangan Individu menjadi seseorang yang berwatak dan
memiliki kepribadian seharusnya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat
yang ada, sehingga seorang Individu menjadi seseorang yang dewasa dan mampu
mengendalikan dirinya sendiri juga melakukan sosialisasi di dalam masyarakat
yang ada di lingkungannya.
Masyarkat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi dan memiliki
keterikatan untuk mencapai suatu tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat
dimana seorang Individu mampu melihat dengan jelas proyeksi pengembangan itu.
Jika keluarga adalah tempat dimana awal proses bermula, maka dalam masyarakatlah
individu akan di uji coba untuk mengembangkan apa yang telah ia dapatkan dari
keluarganya untuk diterapkan ketika menjadi bagian dari masyarakat.
Seorang individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti dirinya
telah berada dalam suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti
keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, karena disinilah Individu itu
akan terlibat secara langsung dan menjadi perwujudan anggota masyarakat.

